Mengulas Tentang Apa Itu Albumin dan Penyakit Penyebab Hipoalbumin dalam Manusia

Penyebab Hipoalbumin dalam ManusiaJika bicara mengenai protein di dalam tubuh manusia, pasti Anda juga akan bicara mengenai albumin sebagai protein yang paling banyak terkandung di dalam darah. Protein ini diproduksi oleh hati dengan sifat yang larut air sehingga dapat bercampur dengan darah melakukan fungsinya yaitu mengatur tekanan osmotik tubuh. Fungsi ini yang membuatnya sangat penting karena jika kurang kadarnya di dalam darah, dapat terjadi kebocoran darah ke organ-organ di dalam tubuh. Jika seseorang mengalami kekurangan protein ini, maka ia harus mendapatkannya dari luar dengan cara di infus. Jika Anda pernah melihat penggunaan selang infus untuk memasukkan cairan berwarna kuning jernih dari dalam botol kaca kecil, maka bisa jadi Anda telah melihat bentuk protein ini yang kini digunakan di rumah sakit.

Kondisi kekurangan protein ini disebut sebagai hipoalbumin dimana seseorang mengalami beberapa gejala diantaranya:

  • Terjadi pembengkakan di area wajah, atau tungkai.
  • Pembesaran lidah akibat pembengkakan kelenjar air liur.
  • Pembesaran jantung.
  • Hipotensi.
  • Gangguan irama jantung.
  • Diare.
  • Mengalami mual muntah.
  • Penurunan massa otot dan lemak.
  • Kulit menjadi kasar.
  • Terjadi pembesaran payudara pada pria.
  • Gangguan pada otak
  • Dsb.

Umumnya pasien yang mengalami hipoalbumin adalah mereka yang memiliki riwayat penyakit dalam waktu lama atau akibat peradangan. Selain itu faktor luar juga bisa menyebabkan kondisi ini seperti malnutrisi, atau gangguan penyerapan nutrisi.

Untuk jenis penyakit yang dapat menyebabkan hipoalbumin antara lain:

  • Gagal jantung.
  • Lupus yaitu penyakit autoimun.
  • Diabetes.
  • Sirosis hati.
  • Hipertiroidisme.

Selain itu pada kondisi kelahiran dimana bayi lahir dengan gejala tubuh kuning juga harus dicek kadar protein dalam darah sehingga dapat diberikan infus protein ini jika terjadi hipoalbumin.

Seperti disebutkan di atas, bahwa protein ini terlarut di dalam darah dan menjadi penyusun darah paling besar hingga 60%nya. Beredar bersama darah, protein ini memiliki fungsi yang signifikan untuk kesehatan manusia selain menjaga tekanan osmosis antara lain:

  • Alat transportasi zat-zat di dalam darah.

Zat-zat yang dibutuhkan tubuh mengalir di dalam darah dengan terikat pada protein ini sehingga ia memiliki fungsi sebagai alat transportasi.

  • Memperbaiki jaringan yang rusak.

Protein ini juga memiliki fungsi sebagai regenerasi sel dan jaringan yang rusak agar dapat kembali seperti semula dan melakukan fungsinya.

  • Antoksidan.

Mengikat zat logam yang terlarut di dalam darah sehingga mengurangi efek radikal penyebab penyakit kronis.

  • Menjaga keseimbangan cairan.

Fungsi utama dari protein ini adalah menjaga keseimbangan cairan tubuh sehingga darah tidak mengalami kebocoran dari pembuluh darah dan keluar ke rongga di dalam tubuh manusia maupun organ.

Saat seseorang sakit dan mengalami gejala hipoalbumin atau Anda melihat seseorang dengan gejala hipoalbumin, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan infus albumin secepatnya. Cairan berwarna kuning jernih ini sangat dibutuhkan bagi mereka yang mengalami hipoalbumin agar dapat mengembalikan tekanan osmosis menjadi seimbang sehingga peredaran cairan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Kebocoran darah keluar dari pembuluh darah dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang fatal dimana seluruh organ akan kekurangan darah akibat darah mengalir ke luar dari sirkulasinya. Selain gejala yang parah, hipoalbumin dalam tahap yang masih rendah juga dapat menyebabkan seseorang sering mengalami pegal linu dan cepat lelah serta di beberapa bagian tubuh mengalami pembengkakan akibat cairan.