Kapan Sebaiknya Obat batuk untuk Bayi Harus Diberikan?

Kapan Sebaiknya Obat batuk untuk Bayi Harus Diberikan?

Banyak penyakit yang bisa menyerang bayi, apalagi memasuki musim pancaroba. Contoh penyakit yang sering dialami batuk dan pilek. Untuk mengatasinya, maka diberikanlah obat batuk untuk bayi. Nah, berbicara tentang obat, kapan sebaiknya waktu yang tepat untuk memberikannya pada bayi? Langsung saja simak ulasan berikut.
Sudah Berlangsung Lama
Memang benar jika tidak semua batuk itu berbahaya dan harus langsung diberi obat untuk menghentikannya. Batuk ini terjadi akibat mekanisme fisiologis atau reaksi tubuh dalam melawan infeksi kuman dan untuk membersihkan sistem pernapasan. Lantas, bagaimana jika batuk tersebut belum juga sembuh sampai lebih dari sepekan, bahkan sebulan?
Jika yang terjadi memang demikian, tidak ada pilihan lain selain dengan memberikannya obat. Batuk yang sudah berlangsung lama bisa disebabkan oleh ISPA (Infeksi Saluran Napas Atas), asma, hingga bronkitis.
Sudah Tahu Jenis Batuknya
Sebelum membeli obat batuk untuk bayi, Anda juga harus tahu lebih dulu apa jenis batuk yang diderita si kecil. Apakah batuk produktif (berdahak) ataukah non-produktif (tidak berdahak)?
Setelah gejala dan jenis batuknya diketahui, Anda bisa memilihkan obat yang tepat untuk batuk yang dideritanya. Pastikan agar memberikannya sesuai dosis yang disarankan dalam label kemasan maupun dokter yang meresepkannya.
Aman untuk Bayi
Sebaiknya, pilih obat batuk yang benar-benar aman dikonsumsi bayi. Obat batuk alami seperti ASI, terapi uap, air perasan lemon, dan pemberian madu bisa dilakukan. Tapi, pemberian madu dan air perasan lemon hanya dianjurkan pada bayi usia di atas 1 tahun. Hal ini dikarenakan sistem pencernaannya yang belum sempurna.
Sedangkan obat berbahan kimia untuk batuk berdahak, lihat dan pilih yang ada kandungan ekspektorannya. Ekspektoran ini merupakan pengencer dahak sehingga dahak bisa dikeluarkan dengan mudah. Kemudian, beri obat batuk dengan kandungan zat aktif yang bersifat antitusif untuk bayi yang mengalami batuk kering nonproduktif.
Setelah Periksa ke Dokter
Waktu inilah yang paling tepat dan disarankan untuk memberikan obat pada bayi. Anda mungkin sudah tahu gejala dan jenis obat yang diderita si kecil, tapi dokterlah yang lebih tahu dan berpengalaman, terutama dalam pemberian resep sehingga sesuai dosis/ takaran.
Anda juga bisa langsung konsultasi lagi saat ada kontraindikasi atau efek samping yang terjadi sesaat setelah pemberian obat batuk tersebut. Hal ini dikarenakan, kontraindikasi bisa terjadi akibat buah hati mmeiliki alergi terhadap kandungan obat tertentu.
Dengan memberi obat batuk sesuai anjuran dokter, Anda pun bisa terhindar dari hal-hal yang tidak perlu. Kadang-kadang, ada orang tua yang memberikan obat 3 in 1 yang peruntukannya dalam mengatasi batuk, flu, dan demam. Padahal, penyakit yang diderita anak hanya batuk.
Obat batuk untuk bayi yang saat ini beredar di pasaran maupun yang diresepkan dokter, biasanya memiliki varian rasa buah. Jadi, jangan khawatir anak memuntahkannya. Akan lebih baik jika Anda memilih obat batuk yang terdiri dari bahan alami karena hanya sedikit, bahkan tanpa menimbulkan efek samping.