Cara Memaksimalkan Investasi Reksadana dengan Pinjaman Uang

Investasi Reksadana dengan Pinjaman UangPerihal investasi reksadana, di luar sana masih ada juga yang ragu-ragu. Padahal keinginan untuk ikut serta cukup tinggi. Demi masa depan. Rupanya investasi di sektor reksadana itu bisa diawali dengan mengambil pinjaman uang. Langsung saja pada pihak fasilitator investasi. Bagaimana cara memaksimalkan investasi ini?

Perbaiki Reputasimu pada Pinjaman Sebelumnya

Tidak sembarang orang bisa utang dengan mulus. Terutama ketika pada pinjaman sebelumnya ditemukan kekurangan, misalnya sering kena denda, sering ditegur yang memberi pinjaman, dan sebagainya. Maka, dengan keadaan yang seperti itu, potensi mendapatkan utang selanjutnya cukup sulit. Soalnya utang itu melibatkan rasa saling percaya.

Pilih Utang dengan Bunga Flat dan Tenor Pendek

Pada intinya, utang yang diniatkan untuk investasi itu harus bisa dilunasi dengan cepat. Setidaknya begitulah yang ada dalam bayangan Anda. Cara ini diterapkan agar bisa memperkecil kemungkinan tekor dari adanya tambahan bunga per bulan. Bukankah lebih baik mendapatkan keuntungan bunga dari reksadana dibanding harus bayar bunga terus?

Meminjam Uang dari KTA Bank

Tidak semua bank menawarkan pinjaman sekaligus investasi. Namun belakangan ini sudah banyak yang menyediakannya. Ada pula pihak luar yang bukan bank juga mengisi daftar fasilitator investasi untuk reksadana. Kalau Anda khawatir rugi, coba pinjam KTA saja. Pinjam sekitar 1 hingga 2 juta kiranya cukup untuk investasi selama 1 tahun lebih.

Investasi Reksadana Menggunakan Kartu Kredit

Banyak bank yang memberikan batasan-batasan ketika seorang nasabah hendak mencairkan dana dari kartu kredit. Di kota besar, katakanlah seperti Jakarta, tidak sedikit kok yang menyediakan jasa dana tunai dengan bunga yang rendah. Setelah tunai, barulah pakai untuk memulai berinvestasi. Cara ini cukup menantang, tapi lebih praktis.

Berinvestasi di Tempat Beli Reksadana yang Tepat

Meskipun reksadana itu bisa dimulai dengan modal 100 ribuan, tapi rupanya tidak semua tempat memberikan kebijakan tersebut. Bagi pemodal kecil dari masyarakat, hal itu cukup problematis. Maka, pilihlah tempat beli yang membolehkan investasi dengan uang minimal 100 ribu, bahkan 50 ribu Rupiah. Misalnya Commonwealth Bank, CIMB Niaga, dan lainnya.

Pilihlah jenis investasi reksadana yang tepat. Tidak mengapa kalau investasinya dimulai dengan pinjaman uang. Hanya saja, kalau punya uang lebih, sebaiknya tidak perlu utang. Toh reksadana itu tidak akan membuat Anda rugi. Justru memberikan keuntungan tiap tahunnya atau dalam kurun waktu tertentu sesuai kesepakatan bersama.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *