3 Pertimbangan Sebelum Mencampurkan Susu Formula dengan Obat

Mencampurkan Susu Formula dengan Obat

Susu formula atau susu buatan ini kerapkali menuai pertanyaan ketika dicampurkan dengan yang lain. Misalnya ketika dicampurkan dengan obat. Tujuannya agar sakit pada anak segera terobati tanpa harus kehilangan sumber nutrisi. Pertanyaannya, “Apakah susu ini aman kalau dicampur dengan obat?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, cek 3 pertimbangan ini dulu.

  1. Tiap Obat Memiliki Cara Pakai Masing-Masing

Inilah hal pertama yang harus semua orang tua sadari. Obat yang diproduksi secara massal memiliki kualitas dan cara konsumsi yang berbeda. Ada yang bisa hanya boleh dikonsumsi sebelum makan. Lainnya, ada yang dikonsumsi setelah makan. Susu pengganti bagi anak merupakan istilah lain untuk makan. Jadi ikuti prosedur pengobatan seperti yang tertera dalam kemasan atau anjuran dari dokter.

Benar atau tidaknya cara pakai obat akan berdampak besar terhadap efek yang ditimbulkan. Hal ini dikarenakan rata-rata obat itu diproduksi dari bahan-bahan kimiawi. Ketika salah mengikuti prosedur, maka bisa fatal akibatnya. Termasuk apakah boleh dicampur dengan susu pengganti ini. Kalau tidak boleh, jangan dicoba.

  1. Bentuk dan Kandungan dalam Obat itu Berbeda-beda

Perbedaan bentuk obat ini juga bukan kebetulan. Setiap bentuk obat memiliki tujuan yang jelas. Pertama, untuk obat cair, tujuannya agar mudah dikonsumsi. Terutama untuk kalangan manula maupun anak-anak yang tidak tahan ketika rasa obat bertahan lama di lidah. Kedua, obat dalam bentuk kapsul. Mengapa ada obat berbentuk kapsul?

Soalnya tidak semua obat bisa berfungsi dengan baik begitu sampai ke lambung. Terlebih lagi untuk lambung dengan zat asam yang cukup tinggi. Obat belum terdistribusi dengan baik, justru sudah hancur di lambung. Untuk melindungi dari kehancuran itu, dibuatlah pelindung bernama kapsul. Ada pula obat yang memiliki bentuk dan tekstur yang padat.

Selain bentuk, harus ditinjau juga dari segi kandungan. Obat yang memiliki sifat antibiotik tidak boleh dicampurkan dengan susu. Soalnya susu memiliki kemampuan untuk mengikat tetrasiklin dalam obat itu sehingga khasiatnya tidak berguna lagi. Jadi jangan sia-siakan obat yang sudah Anda beli.

  1. Cara Memberi Obat yang Benar

Memang ada obat yang bisa dicampur dengan susu. Tapi hanya beberapa. Salah satunya bernama parasetamol. Itu saja tidak boleh mencampurkan secara langsung, melainkan susu harus dikonversi lebih dulu menjadi makanan olahan, semisal agar-agar atau pudding. Cara ini dilakukan agar si kecil tetap senang saat mengonsumsinya.

Cara terbaik untuk mencampurkan obat itu dengan air putih. Soalnya sifat air putih itu netral. Amat tidak disarankan ketika obat dicampur dengan makanan atau minuman yang mengandung alkohol, soda, maupun kafein. Begitu pula dengan cara mencekokkan obat ke mulut si kecil. Nanti bisa membuatnya trauma dan tidak mau minum obat lagi.

Trauma ini bahkan bisa dibawa hingga si kecil beranjak dewasa. Ketika trauma sudah menjadi kebiasaan yang mengakar dalam alam bawah sadarnya, dia akan menjadi penakut terhadap obat apa pun. Mungkin rasa obat ketika dicampur dengan air putih itu masih tersisa. Tapi cara ini yang paling aman dibanding lainnya.

Keberadaan susu formula ini hanya sebagai pengganti. Jadi, selagi ASI masih keluar, lebih baik pakai ASI eksklusif. Seberapa sibuknya Anda, kebutuhan nutrisi yang sehat dan aman pada anak menjadi tanggung jawab Anda. Ketika berniat mau mencampurkan obat dengan susu, pertimbangkan lagi menurut hal-hal yang sudah tertera di atas.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *